Thursday, September 30, 2010

The Flintstones



The Flintstones adalah sebuah film animasi komedi Amerika yang ditayangkan pada 30 September 1960 sampai 1 April 1966 di ABC. The Flintstones menceritakan tentang kehidupan seorang pria di zaman batu dengan keluarganya dan sahabat baiknya yang juga merupakan tetangga sebelahnya.

The Flintstones karya Hanna-Barbera diakui banyak kalangan memiliki kekuatan sisi cerita yang tak pernah mati. Bahkan theme song atau musik pembuka film ini mampu menggondol penghargaan bergengsi sebagai musik dari program tayangan anak yang paling mudah dikenali.


Keberhasilan thema song The Flintstones meraih penghargaan tersebut berdasarkan survey yang dilakukan Lembaga Survey PRS for Music kepada 2000 orang dewasa di Inggris. The Flintstones mampu menyisihkan theme song film anak Postman Pat, Scooby Doo dan The Wombles. Menanggapi hasil survey itu Mike Batt komposer The Wombles tidak bisa menerima. Bahkan dengan gaya bercanda, ia meminta survey diulang.


Terlepas dari itu, theme song The Flintstones yang ditulis oleh Hoyt Curtin, Joseph Barbera dan William Hanna menanggapi positif hasil survey itu. Keberhasilan itu sekaligus menjadi pelengkap perayaan ulangtahun ke-50 The Flinstones.(lovelytoday.com)




Film terakhir The Flintstones *yg terakhir saya tontonyaitu pada tahun 2001 dengan judul The Flintstones in Viva Rock Vegas. Berikut karakter - karakternya:
  • The Flintstones

Character↓ Role↓
Fred Flintstone Karakter utama. Fred adalah seorang pekerja tambang dan juga menjadi kepala keluarga di Flintstone. Dia orang yang cepat marah (biasanya lebih dari hal-hal ngawur), tetapi dia adalah suami dan ayah yang sangat penuh kasih sayang.
Wilma Pebble Slaghoople Flintstone Istri Fred. Dia lebih cerdas dan berkepala dingin dari suaminya, walaupun dia sering memiliki kebiasaan untuk mengeluarkan uang untuk belanja.
Pebbles Flintstone Anak perempuan The Flintstones.
Dino Dinosaurus peliharaan The Flintstones, yang menggonggong seperti anjing.
Baby Puss Kucing bergigi pedang peliharaan The Flintstones.
Doozy Burung Dodo peliharaan The Flintstones.
  • Extended family

Character↓ Role↓
Pearl Pebble Slaghoople Ibunya Wilma.
Ed Flintstone Ayahnya Fred; seorang mekanik.
Edna Hardrock Flintstone Ibunya Fred.
Zeke Flintstone Pamannya Fred, yang memiliki gubuk yang disebut "Sandstone Cemente", yang terletak di kota California, San Clemente.
Grandpa Flintstone Kakeknya Fred.
Tex Hardrock Pamannya Fred di sisi ibunya *???.
Jemina Hardrock Tantenya Fred.
Uncle Giggles Pamannya Fred yang eksentrik yang tinggal di Nightmare Hill (a spoof of House on Haunted Hill).
  • The Rubbles
Character↓ Role↓
Barney Rubble Teman baikFred dan tetangga sebelah rumahnya. Dia dan Fred adalah anggota dari the fictional "Loyal Order of Water Buffaloes" (Lodge No. 26), klub-satunya pria paralelisasi persaudaraan kehidupan nyata seperti the Freemasons.
Betty Rubble Istri Barney dan teman baik Wilma.
Bamm-Bamm Rubble Anak adopsi The Rubbles yang abnormal; namanya berasal dari kata-kata yang hanya diucapkannya sewaktu bayi: "Bamm, Bamm!"
Hoppy Binatang peliharaan The Rubbles Hopparoo (seekor kanguru/makhluk kombinasi dinosaurus).
  • Other characters

Character↓ Role↓
Arnold Loper koran The Flintstones. Sebuah lelucon adalah Fred sedang mengakali oleh Arnold.
The Great Gazoo Sebuah alien yang diasingkan ke Bumi yang membantu Fred dan Barney, sering bertentangan dengan keinginan mereka.
Joe Rockhead Teman Fred.
Mr. Slate Bos Fred yang temperamen di stone quarry.

Dan ini adalah beberapa alat - alat yang digunakan di film The Flintstones:

Bird Airplane:Seekor burung raksasa (seperti-Pterodactyl) memiliki tempat duduk batu penumpang yang terikat ke belakang sementara dia terbang ke tempat tujuan.

Bird Alarm Clock: Sebuah paruh runcing burung, duduk di atas sebuah jam, palu pada lonceng logam.

Bird Automatic Door Opener: Pintu-pintu di pasar super otomatis dengan tali dijamin ke pintu sementara burung bertengger berdiri menarik dengan paruhnya.

Bird Broom: Bulu-bulu di kepala burung menyapu debu Wilma memegang kakinya.

Bird Camera: Kamera batu rumah burung berbakat yang memahat gambar ke loh batu dengan paruhnya.

Bird Car Horn: Sebuah burung duduk di sisi mobil klakson ketika Fred meremasnya.

Bird Clothes Pins: Burung memegang pakaian di saluran dua cara yang berbeda. Suatu kali dengan paruhnya menjepit di telepon, dan di episode lain mereka hanya duduk di baris dan memegang pakaian dengan kaki mereka.

Bird Crocheting Needles: Wilma menggunakan paruh dua burung kecil untuk merajut baju hangat.

Bird Fire Starter: Menghembuskan udara ke atas api untuk menjaga bara ketika kakinya diremas kembali dan seterusnya.

Bird Hedge Clipper: Gigitan burung itu untuk cabang dengan paruhnya ketika Fred meremas kakinya kembali dan sebagainya.

Bird Intercom: Seekor burung terbang berbicara bolak-balik antara kotak batu untuk menyiarkan pesan. (Dan membuat pernyataan sendiri sarkastis)

Bird Letter Opener: Paruh panjang burung digunakan untuk membuka surat.

Bird Pen: Panjang, runcing paruh burung dicelupkan dalam tinta dan digunakan sebagai pena.

Bird Pie Maker: Wilma memegang burung untuk memotong tambahan kerak pai disekitar panci dengan paruhnya. Kemudian kaki burung itu digunakan untuk mengeriting kerak atas dan bawah bersama-sama.

Bird Rake: Cakar kaki burung ini menyapu rumput sementara Wilma memegang burung ini dengan leher burung itu.

Bird Record Player: Ujung paruh, runcing panjang burung yang mengikuti alur dari piringan hitam yang berputar pada bagian belakang kura-kura.

Bird Sewing Machine: Seekor burung duduk di kain lempengan batu dan menjahit kain dengan benang melalui paruhnya jarumnya.

Bird Whistle: Sebuah tali yang diikat ke ekor burung yang ditarik pada waktu berhenti dan berkuak seperti peluit.

Bumblebee Razor: Fred menangkap lebah keluar jendela dan menempatkannya dalam kulit kerang dan mencukur janggutnya

Cat Broom: Sebuah kemarahan, sangat kecil, kucing prasejarah meletakkan di punggungnya dan didorong di lantai dengan tongkat untuk mengocok kotoran.

Crab Lawnmower: Barney mendorong kepiting sementara kepiting itu menggunting rumput dengan cakarnya.

Cuckoo Clock Alarm: Sebuah sangkar burung dilengkapi dengan tempat tidur, jam pasir (untuk mengingatkan Cuckoo apa waktu itu) dan pot kopi.

Dinosaur Automatic Ball Pitcher: Dinosaurus membalikkan kembali semangkuk bola yang diikatkan ke kepalanya, bola menggelinding ke bawah punggungnya dan kemudian melemparkan ekornya untuk melemparkan bola. Dinosaurus akan membuang semua jenis pitch yang diminta.

Dinosaur Crane: Fred duduk di tempat pengendara diatas punggung dinosaurus dan mengkontrol kepalanya dengan aba-aba untuk membuatnya mengambil batu dengan mulutnya.

Dinosaur Drawbridge: Dinosaurus duduk di ngarai antara dua bagian jalan dengan ekor dan kepala membentang dari ujung ke ujung sebagai penggerak mobil di atasnya

Dinosaur Elevator Lift: Kabel lift terikat pada ekor Dinosaurus sehingga ketika berjalan ke depan naik lift.

Dinosaur Mower: Sebuah dinosaurus kecil yang diikatkan ke lori dan menggigit rumput dengan giginya

Dinosaur Time Clock:
Buaya seperti dinosaurus yang menggigit kartu jaman batu ketika dimasukkan ke dalam mulutnya

Dragon Toaster: Dua naga kecil yang menyemburkan api di setiap sisi roti.

Elephant Gas Pump: Belalai gajah (bernama Ethel) yang digunakan untuk pompa bensin di dalam mobil. (Lalu kenapa mereka menggunakan kaki mereka untuk memindahkan mobil?)

Mammoth Shower: Mastodon yang mengisap air dari ember dan kemudian menjulurkan belalainya melalui lubang di dinding kamar mandi dan menyemburkannya. Mastodon juga berfungsi sebagai selang taman dan sprinkler.

Mastodon Vacuum: Mastodon ini didorong oleh tongkat yang diikat ke punggungnya, sementara ia mengisap kotoran dengan belala.

Monkey Lights: Monyet-monyet memegang lilin-lilin untuk jalan dan lampu lalu lintas.

Monkey Traffic Signal: Monyet menarik tuas menampilkan "berhenti" dan "pergi" tanda-tanda untuk memberitahu sopir siapa yang berhak untuk jalan.

Octopus Dishwasher: Gurita menggunakan kaki-kakinya untuk mencuci, membilas dan mengeringkan piring.

Pelican Garbage Can: Ketika Wilma melangkah pada kaki Pelican ia membuka bagian atas paruhnya untuk menerima sampah.

Pelican Mailbox: Surat disimpan didalam paruh besar burung pelikan.

Pig Garbage Disposal: Para Babi duduk di kabinet di bawah wastafel dan memakan limbah makanan.

Porcupine Hairbrush: Landak yang membungkus kakinya di sekitar tongkat sehingga Fred dan Wilma dapat untuk menyisir rambut mereka.

Porcupine Scrub Brush:
Wilma mencelupkan landak ke dalam air dan menggosokkan punggung landak ke lantai untuk memberikan sebuah penggosokkan yang baik.

Porcupine Sewing Needles: Seekor landak yang duduk di tempatnya sehingga Wilma dapat menarik jarum ketika dia perlu menjahit.

Rabbit TV Antenna: Sebuah penggunaan harfiah 'telinga kelinci'. Kelinci berdiri di atas televisi sementara Fred mengatur telinganya untuk penerimaan sinyal yang lebih baik.

Stegosaurus Food Processor:Sayuran dan buah-buahan Chomps untuk bit dengan giginya.

Swordfish Knife:
Hidung bergerigi ikan pedang yang digunakan untuk memotong daging. (Luar biasa, ikan pedang masih hidup di luar air)

Triceratops Juicer: Tanduk hidung Triceratops yang digunakan untuk meremas jus yang keluar dari jeruk dan buah anggur.

Turtle Car Jack:
Sebagai ekor penyu yang kepalanya digunakan sebagai engkol untuk mengangkat mobil.

Turtle Checkers Table: Sebuah penyu besar duduk dengan sabar sementara Fred dan Barney menggunakan kembali sebagai papan checker.

Turtle Clothes Iron: Wilma menggosokkan kulit cangkang penyu yang telah dipanaskan ke sebuah kain.

Turtle Shopping Cart: keranjang yang terpasang pada bagian belakang kura-kura yang dengan senang hati berjalan di tempat yang diarahkan.

Turtle Drum: Bagian belakang cangkang kura-kura adalah memukul dengan tulang untuk sebuah drum.

Turtle Wagon: Roda dan pegangan yang dilampirkan ke cangkang penyu kosong yang terbalik.

Waahh...

udah lama juga ya ngak nonton The Flinstones.. Jadi rindu aku mau nonton lagi. Tapi dimana aku nontonnya. Udah ngak ada lagi di tv. Beli DVDnya kayaknya udah ngak ada lagi. Hwuuaahh... Jadi pengen balek ke masa kecil dulu. Banyak film kartun yang enak jaman dulu. Sekarang..?? Pilim cinta-cinta semua. Huueekk.. cem apa dibuatnya anak-anak Indonesia ini kalo pilim cinto-cinto semua. Ckckck..

Sunday, September 19, 2010

Ngawan

Haalllooo....
apa kabar semua?? terima kasih sudah datang ke blog ku *mang ada yg baca? kasian T.T
Hhmm..
Hari ini lumayan capek lah. Hari ini temenku Febri ngawan (karo) atau naik sidi (batak) jadi dia ngundang aku dan teman-teman yg laen utk datang ke acara ngawannya. Sekedar merayakan ajja.. Rencana udh janjian datang jam 3 sore. Eeh.. aku datangnya udh jam setengah 4. Kirain tdi cman temen-temen smandu aja yg diundang. Ternyata eh ternyata rame bokk.. Temen smp-nya datang, temen-temen si ferra (adek si febri) jga datang. Aku jadi bingung. Yang ngawan ada brp org?? si ferra jga ikut ngawan? Waktu aku nanyak kyk gitu ama si febri dia bilang nggak, cman dia aja yg ngawan. Trus leny nanyak ama si ferra

leny: "dek, kakakmu yg ngawan kok kawanmu pulak yg datang?"
ferra: "ya gak papa lah kak. kakakku yg pesta aku kan jga mau ngerayain"
leny: "ngak boleh lah dek. jatahnya kan beda nnti"
aku & kawan*ku: "wkakakakakaka. iya jga ya len"

Hadoh hadoh... ada-ada saja orang ini. ckckck.. Pertama aku kira si febri ngak ngundang si hendro, dian, andrico, jerry. Kalo diundang pun kayaknya mereka jga ngak bakalan datang. Eeh.. ternyata mereka datang. Aku salut!! *kayaknya biasa aja ya @_@

Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari (lohh!!). Hahaha.. ngak nyampe hari kalee. wkwkwk.. *yg nulis ini siapa sih?ngak nyadar. Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Di situ hujan rintik-rintik membasahi rerumputan *ceile bahasanya Mely sudah dijemput dan kami (aku, diva, elissa, leny, uty) masih berkombur di rumah febri. Jam terus berputar hingga menunjukkan pukul 18.30 WIB dan hujan masih membasahi rerumputan dan kami masih setia menuggu hujan. Tiba-tiba kami sudah bosan dgn keadaan seperti ini sehingga kami memutuskan utk pulang. Kami bosan menunggu hujan terus, lalu kami meranjakkan kaki kami keluar dari rumah febri. Tiba-tiba hujan marah karena kami tidak setia lagi menunggunya. Dan turunlah hujan yg cukup lebat. Dan kami pun lagi-lagi menunggu sampai dia berhenti. Menit ke menit hujan blom jga berhenti. Lagi-lagi kami nekat. Waktu hujan sudah agak reda bisa dibilang gerimis, kami lari-lari menuju simpang rumah febri. Daripada nunggu ampe benar-benar reda kapan kami pulangnya kalo gitu?? Dan tepat pukul 19.00 WIB kami pulang ke rumah kami masing-masing. Hush hush.. Capeekknya lari-lari..
Aku sampe dirumah jam 19.20 WIB. Hhmm.. malah ada peer TIK lagi yg blom ku kerjai. Yowees lah..

Buat temanku febri yg sudah ngawan semoga makin dewasa dan tau mana yg baik dan tidak, jangan kayak anak-anak lagi, karna anda sudah naik sidi. okeh feb..! Tuhan Memberkati.. ^^
*maaf kalo ada yg salah dalam pengetikan. namanya jga masih belajar ^^

Thursday, September 16, 2010

Langit Sinembah

Hallo..
apa kabar??*apaan sih. Hhmm.. kemaren aku pergi ke brastagi tepatnya pd tgl 14 sept hari rabu kemaren. Perginya pun mendadak tanpa direncanakan.

pukul 11.00 WIB
me: (masih tidur)
mom: "ra, mau ikut ke sinabung?"
me: "ngak lah.. capek kesana"
mom: "ya udh deh.."
me: (tidur lagi)
__________=__________
pukul 12.15
me: (masih tidur)
dad: "ra, ngak ikut ke sinabung?"
me: "siapa aja?"
dad: "kita ber-3 aja. bang epin skola, bang ando jmput si noel"
me: "nantul itu ngak ikut?"
dad: "udh pergi duluan dia. ayoklah.. biar kita liat dulu sinabung itu. kayak mana jadinya setelah meletus"
me: (langsung bangun)

Tapi agak aneh ya..?? Orang-orang pada was-was ke brastagi apalagi ke sinabungnya, takut kena debu katanya. Nih.., ortu malah ngajak pergi kesana. ckckck.. Kami pergi kesana sekalian mengunjungi saudara yg kebetulan tinggal di brastagi. Lokasi rumahnya dekat dgn sinabung. Ngak pala dekat kali sih. Dari rumahnya bisa keliatan jelas gunungnya. Kami berangkat dari rumah tepat pukul 13.30 WIB. Sampai disana jam 16.00 WIB. Rumahnya di Kampung Lepar. Suasananya adem, sejuk, mantap lah pokoknya. Jadi betah..

Kebetulan sodara kami ini kerjanya petani. Kata mama sih bisa dibilang petani berdasi istilahnya dia. Cos dia cuman menggerakkan orang utk mengerjakan ladangnya. Dia hanya menjual hasilnya. *kira-kira begitulah. ngerti ngak??. Lalu kami diajak ke ladangnya utk melihat-lihat. Tempatnya di Langit Sinembah. Jalannya agak menantang. maklum lah namanya juga di ladang. Awalnya cuman mau liat-liat perkebunannya aja tapi manen juga akhirnya *biasa mamak-mamak. Hadoh hadoh, sampe capek kaki aku menyusuri ladangnya. Luas kali. Katanya sampe 10 hektar. Bussyyeeett.. untung kami ngak jalan sampe 10 hektar. Ngambil ini ngambil itu metik ini metik itu. Capek tapi asiikk.. Wkwkwk..




tanaman brokoli

jipang

kayaknya mau nanam tomat ni..

tanaman apa ni ya??

Waktu liat usaha tulangku, aku jadi punya 1 lagi jurusan yg mau ku pilih. Biasanya cuman 1 itupun kedokteran. Alnya ngak tau lagi aku mau pilih jurusan apa lagi. Alnya ada kakak kelas pernah bilang "Usahakan kalo milih universitas, jurusannya harus beda-beda. Jangan mentok ke itu aja dek." Tenang kakak, aku udah tau pilihanku 1 lagi yaitu PERTANIAN. Wkwkwk...
Waktu liat orang bercocok tanam kayaknya seru gitu. Tapi nanti waktu zaman aku tanah kosong masih ada lagi ngak ya??
Hhhmmm....

Sesudah pulang dari sana, kami pun melanjutkan perjalanan kami ke pasar buah brastagi. Si mama mau beli ubi buat dijadiin es. Selama bulan puasa ini aneh-aneh aja makanan yg dibuat si makcik (*ejekan ku utk si mama :p) ku ini. Tapi apapun itu masakannya tetap no.1. Yyeeyy.. :)) . Trus kami makan malam di warteg pinggir jalan. Ampuun dah makan ditmpt itu. Udah lama.. kurang enak lagi makanannya. Ckckck.. Udh siap makan kami balik deng ke medan. Home Sweet Home :)

Wednesday, September 8, 2010

Nanny McPhee



Penampilannya tak seperti pengasuh pada umumnya. Dia suka memakai gaun hitam, yang mirip seperti karung terigu. Dia juga memiliki banyak kutil di wajahnya, api di kedua matanya, dan juga tongkat ajaib yang bisa mengeluarkan suara gonggongan saat dihentakkan ke tanah.

Dikisahkan, Nanny McPhee (Emma Thompson) adalah pengasuh ke-18 yang dipekerjakan oleh keluarga Cedric Brown (Colin Firth), seorang duda kaya raya yang memiliki tujuh orang anak super bandel. Tidak heran kalau banyak pengasuh yang minggat lantaran tak tahan dengan kelakuan nakal mereka. Uniknya, setiap anak Cedric memiliki jarak yang hampir sama satu sama lain, yaitu 8 tahun.

Sebelumnya, Cedric yang putus asa mendapatkan pesan misterius yang berisi bahwa yang dia perlukan untuk mengatur anak-anaknya adalah Nanny McPhee. Tak berselang lama, Nanny pun langsung menampakkan diri dan datang tanpa diundang. Dengan kekuatan sihirnya yang menakutkan, anak-anak Cedric pun bungkam. Nanny pun membuat aturan khusus bagi mereka untuk dipelajari, kerutan dahi yang menakutkan, tapi sekaligus mendamaikan hati mereka sebagai pengantar tidur.

Meski bangkrut, keluarga besar Brown memiliki rumah bagaikan singgasana yang sangat besar dan megah, dilengkapi taman-taman, tangga bertingkat, dan juga desain arsitektur yang menakjubkan. Karena pekerjaannya sebagai pengarah pemakaman yang tak lagi menjanjikan, Cedric pun diminta untuk mewarisi seluruh kekayaan milik bibinya, Adelaide (Angela Lansbury) dengan satu syarat: ia harus bisa menemukan seorang istri dalam waktu 30 hari saja!

Karuan saja Cedric pun gelagapan. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas itu. Beberapa calon istri pun dipilihnya, termasuk seorang pelayan cantik yang juga sangat disukai anak-anaknya, Evangeline (Kelly Macdonald). Tapi dia justru diminta menikahi wanita yang merupakan mimpi buruknya, yaitu Mrs. Quickly (Celia Imrie).

Kembali ke Nanny McPhee, di saat-saat genting seperti itu... muncul sebuah keajaiban. Setiap kali anak-anak mematuhi perintah Nanny, maka kutil-kutil di wajahnya satu-persatu mulai menghilang, dan tubuhnya juga nampak semakin ramping. Hingga pada akhirnya, Nanny tampil dengan rupa barunya yang anggun dan menawan.

Akankah Cedrik menikahi Mrs. Quickly? atau dia akan menyadari bahwa Evangeline adalah cinta sejatinya? akankah juga anak-anak Cedric menjadi anak-anak yang baik dan patuh pada orangtua? Semua pertanyaan itu akan terjawab ketika Anda menyaksikan film yang sarat dengan pesan moral dan kekeluargaan ini.

Lewat film ini, anak-anak akan diajarkan bagaimana mereka harus menerima kenyataan pahit dalam hidup dengan penuh kebijaksanaan. Seperti halnya anak-anak Inggris, yang selalu menerima pelajaran berat dalam hidup mereka, hingga pada akhirnya mereka menyadari banyak hikmah yang bisa diambil dari pelajaran-pelajaran tersebut.

Pemain:
  • Emma Thompson sbg Nanny McPhee
  • Colin Firth sbg Cedric Brown
  • Kelly MacDonald sbg Evangeline
  • Angela Lansbury sbg Great Aunt Adelaide
  • Celia Imrie sbg Mrs. Selma Quickly
  • Imelda Staunton sbg Mrs. Blatherwick
  • Derek Jacobi sbg Mr. Wheen
  • Patrick Barlow sbg Mr. Jowls
  • Thomas Sangster sbg Simon Brown
  • Eliza Bennett sbg Tora Brown
  • Jennifer Rae Daykin sbg Lily Brown
  • Raphael Coleman sbg Eric Brown
  • Samuel Honywood sbg Sebastian Brown
  • Holly Gibbs sbg Christianna Brown
  • Hebe and Zinnia Barnes sbg Agatha Brown
(sumber: kapanlagi.com & wikipedia.com)

I like this movie. Film ini dirilis pada 21 October 2005 (UK), 27 January 2006 (USA)
(2005-10-21). Kalo di Indonesia aku kurang tau. Pertama kali aku tau ini film waktu aku liat trailernya Nanny McPhee Returns. Returns?? Berarti ini film ada serial pertamanya. Trus aku coba cari yg pertamanya terus aku tonton, ternyata filmnya sangat sangat sangat bagus dan enak untuk ditonton 2,3 kali. Pokoknya ngak nyesal deh nonton ni film..
Ooiia.. seperti yg sudah aku tulis tadi kalo Nanny McPhee ini ada lanjutannya tapi dari keluarga yg berbeda yaitu Nanny McPhee Returns (USA) atau Nanny McPhee and The Big Bang (UK). Sepertinya ini sudah keluar di bioskop. Jadi pengen nonton.. >.<


Thursday, September 2, 2010

Lean On Me



Um um um um
um um um um
um um um um um x2

Sometimes in our lives
We all have pain
We all have sorrow
But if we are wise
We know that there's always tomorrow

Lean on me!
when you're not strong
and I'll be your friend
I'll help you carry on
for it won't be long
'till I'm gonna need
somebody to lean on

Please! (please)
swallow your pride (pride)
if I have things
you need to borrow
(For) for no one can fill
those of your needs
that you wont let show

So just call (call) on me brother (hey)
when you need a hand (When you need a hand)
we all need (need) somebody to lean on!
(I just might have a problem)
I just might have a problem that you'll understand
we all need somebody to lean on!

Lean on me (hey)
when you're not strong (When you're not strong)
I'll be your friend (I'll be your friend)
I'll help you carry on (help you carry on)
for it wont be long (o it wont be long)
'till I'm gonna need somebody to lean on

(Just lean on me) you just call on me brother (hey)
when you need a hand (when you need a hand)
we all need (need) somebody to lean on! (somebody to lean on)
(I just might) I just might have a problem that you'll understand
we all need somebody to lean on!
Lean on me

If (If)
there is a load! (there is a load)
you have to bare (you have to bare)
that you can't carry
I'm (I'm higher) right up the road
I'll share your load
if you just call me

Call me (I'm calling)
Call me (when you need a friend)
Call me (call me)
Call me (call me) (when you need a friend)
Call me (when you need a friend)
Call me (if you need a friend)
Call me (any time of day
Call me

It won't be long till I'm Gonna need somebody to lean on, lean on, lean on
lean on lean on lean on me when you need a friend
lean on lean on lean on me lean on me
lean on lean on lean on me
I'm gonna need (somebody) somebody to lean on
I'm gonna need somebody to lean on (somebody to lean on)
Yeah